Tebing Panenjoan Gerbang Utama Kawasan Ciletuh Geopark

Curug Awang – Niagara Mini dari Ciletuh Geopark
January 10, 2016
Ciletuh Geopark Menuju Global Geopark
January 10, 2016

Tebing Panenjoan Gerbang Utama Kawasan Ciletuh Geopark

Panenjoan merupakan sebuah daerah ketinggian/tebing, dengan ketinggian kurang lebih 250 mdpl yang terletak di kawasan Taman Bumi Ciletuh (Ciletuh Geopark) Desa Taman Jaya Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Panenjoan berasal dari kata  “tenjo” bahasa Sunda, yang artinya “lihat” (tingali).

Selain wilayah Panenjoan ada juga wilayah Paniiisan, yang jaraknya beberapa ratus meter dari Panenjoan. Paniisan (dalam bahasa Sunda) berarti tempat untuk beristirahat, karena di area tersebut terdapat bendungan kecil (masyarakat sekitar menyebutnya Cekdam) yang membuat suasana di sekitarnya menjadi dingin “tiis” (dalam bahasa Sunda).

Wilayah Panenjoan dan Paniiisan menjadi salah satu tempat wisata untuk melihat dan mengamati area Taman Bumi Ciletuh (Ciletuh Geopark) dari ketinggian, sehingga apabila kita berdiri di kedua tempat tersebut, kita bisa menyaksikan pemandangan alam Taman Bumi Ciletuh (Ciletuh Geopark) yang sangat menakjubkan. Di atas tebing Panenjoan ini sudah memiliki bangunan-bangunan permanen yang khusus dibuat bagi pengunjung. Karena tebing ini sebenarnya tepi jurang dari lembah Ciletuh, jadi sudah di bangun pagar pembatas buat keselamatan pengunjung.

Di bawah tebing Panenjoan bisa di lihat hamparan sawah dan perkampungan warga. Ada 3 desa yang terletak di bawah tebing Panenjoan tersebut, yaitu desa Ciwaru, Mandra Jaya, dan Mekar Sakti. Selain bisa melihat perkampungan warga di atas tebing Panenjoan, kita juga bisa melihat bentang alam berupa deretan bukit-bukit yang berjejer membentuk sebuah mangkuk berukuran setengah atau membentuk amfiteater dengan ukuran raksasa.

Selain membentuk sebuah amfiteater raksasa, dari tebing Panenjoan tampak jelas dengan mata telanjang menghampar Samudera Hindia yang membentuk Teluk Ciletuh dengan pesisir Pantai Palangpang beserta pulau-pulau kecilnya, salah satunya yaitu Pulau Mandra. Di atas tebing Panenjoan tersebut, ketika cuaca cerah bisa disaksikan 2 buah air terjun atau curug (dalam bahasa sunda) yang cukup terkenal yaitu Curug Cimarinjung dan Curug Cikanteh yang berada di tepi-tepi bukit di seberang tebing Panenjoan.

Tebing Panenjoan bisa di jadikan wisata Sukabumi yang baru, sehingga sayang untuk di lewatkan bila Anda berkunjung ke Sukabumi, khususnya daerah Sukabumi Selatan. Akses jalan menuju tebing Panenjoan sangatlah menantang adrenalin, sehingga membutuhkan stamina yang prima.

Di bawah tebing Panenjoan bisa di lihat hamparan sawah dan perkampungan warga. Ada 3 desa yang terletak di bawah tebing Panenjoan tersebut, yaitu desa Ciwaru, Mandra Jaya, dan Mekar Sakti. Selain bisa melihat perkampungan warga di atas tebing Panenjoan, kita juga bisa melihat bentang alam berupa deretan bukit-bukit yang berjejer membentuk sebuah mangkuk berukuran setengah atau membentuk amfiteater dengan ukuran raksasa.

Selain membentuk sebuah amfiteater raksasa, dari tebing Panenjoan tampak jelas dengan mata telanjang menghampar Samudera Hindia yang membentuk Teluk Ciletuh dengan pesisir Pantai Palangpang beserta pulau-pulau kecilnya, salah satunya yaitu Pulau Mandra. Di atas tebing Panenjoan tersebut, ketika cuaca cerah bisa disaksikan 2 buah air terjun atau curug (dalam bahasa sunda) yang cukup terkenal yaitu Curug Cimarinjung dan Curug Cikanteh yang berada di tepi-tepi bukit di seberang tebing Panenjoan.

Tebing Panenjoan bisa di jadikan wisata Sukabumi yang baru, sehingga sayang untuk di lewatkan bila Anda berkunjung ke Sukabumi, khususnya daerah Sukabumi Selatan. Akses jalan menuju tebing Panenjoan sangatlah menantang adrenalin, sehingga membutuhkan stamina yang prima.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *